Apakah diharuskan dalam praktek jama’ takdim atupun jama’ ta’khir mendahulukan sholat yang pertama, dan bagaimanakah ketentuan yang harus dipenui untuk melakukan sholat jama’ baik takdim atau ta’khir?
Jawaban:
Untuk jama’ takdim maka diharuskan mendahulukan sholat yang awal, , ya’ni melakukan sholat dhuhur dahulu sebelum ashar dan magrib sebelum isya’ dam untuk jama ta’khir tidak diharuskan mendahulukan sholat yang pertama dan diperbolehkan memilih manakah yang lebih dahulu dilakukan.
Sedangkan ketentuan dan syarat jama ta’khir dan takdim adalah sebagai berikut:
- Memulai dengan sholat yang ada diwaktu pertama, ya’ni melakukan sholat dhuhur dahulu sebelum ashar dan magrib sebelum isya’
- Niat jama’ saat melakukan sholat yang pertama yakni waktu antara takbirotul ihrom sampai salam akan tetapi meletakkan niat bersamaan dengan takbirotul ihrom itu lebih utama
- Muwalah yaitu melaksanakan sholat yang pertama dan yang kedua secara langsung tanpa ada pemisah yang lama
- Dilaksanakn masih dalam masa perjalanan sampai melaksanakan sholat yang kedua
- Sedangkan ketentuan jama’ ta’khir adalah niat jama’ ta’khir di dalam waktu sholat yang awal (dhuhur/isya) yaitu mulai masuknya sholat yang awal sampai akhir waktu sekira cukup digunakan untuk melakukan sholat yang pertama dan juga dilaksanakan masih dalam perjalanan
المنهاج للنووي - (ج 1 / ص 58)
وَشُرُوطُ التَّقْدِيمِ ثَلَاثَةٌ: الْبُدَاءَةُ بِالْأُولَى، فَلَوْ صَلَّاهُمَا فَبَانَ فَسَادُهَا فَسَدَتْ الثَّانِيَةُ. وَنِيَّةُ الْجَمْعِ، وَمَحَلُّهَا أَوَّلُ الْأُولَى، وَتَجُوزُ فِي أَثْنَائِهَا فِي الْأَظْهَرِ. الْمُوَالَاةُ بِأَنْ لَا يَطُولَ بَيْنَهُمَا فَصْلٌ، فَإِنْ طَالَ وَلَوْ بِعُذْرٍ وَجَبَ تَأْخِيرُ الثَّانِيَةِ إلَى وَقْتِهَا وَلَا يَضُرُّ فَصْلٌ يَسِيرٌ. وَيُعْرَفُ طُولُهُ بِالْعُرْفِ.
المقدمة الحضرمية - (ج 1 / ص 102)
وشروط التقديم أربعة البداءة بالأولى ونية الجمع ولو مع السلام والموالاة بينهما ودوام السفر إلى الإحرام بالثانية ويشترط في التأخير نيته قبل خروج وقت الأولى ولو بقدر ركعة ودوام السفر إلى تمامها وإلا صارت الظهر قضاء
Tidak ada komentar:
Posting Komentar