Blogroll

Hadirilah Pengajian Rutin Ahad Kliwon Dengan Acara: Doa Bersama, Tanya Jawab Agama Islam oleh LBM NU Kota Kediri dan Pengajian Umum di Masjid Agung Kota Kediri

Sabtu, 25 Mei 2013

TAUBAT

Di bulan Idul Fitri ini bagaimana cara bertaubat yang benar atas dosa, baik dosa kepada Allah SWT ataupun dosa kepada sesama manusia?
Jawaban:
Cara bertaubat untuk dosa langsung kepada Allah (حق الله) seperti zina dan minum minuman keras adalah:
a. (الندم) yaitu menyesal sungguh-sungguh dalam hati atas dosa yang pernah dilakukan, serta membaca istighfar dengan lisan.
b.   (الإقلاع) yaitu menghentikan atau meninggalkan dosa yang sedang dilakukannya saat itu juga.
c.    (العزم على أن لا يعود إليها) yaitu bertekad bulat tidak akan mengulangi dosa itu lagi.

Sedangkan cara bertaubat untuk dosa kepada sesama manusia (حق الأدمى) seperti, mencuri, menggunjing, mencemarkan nama baik dan harga diri dll adalah:
a. (الندم) yaitu menyesal sungguh-sungguh dalam hati atas dosa yang pernah dilakukan, serta membaca istighfar dengan lisan.
b.    (الإقلاع) yaitu menghentikan atau meninggalkan dosa yang sedang dilakukannya saat itu juga.
c.    (العزم على أن لا يعود إليها) yaitu bertekad bulat tidak akan mengulangi dosa itu lagi.
d.  Mengembalikan atau minta halal kepada pemiliknya atau ahli warisnya (jika berupa harta) dan meminta maaf jika dosa tersebut berupa menggunjing, mencemarkan nama baik dan harga diri

Uraian Jawaban:
Sudah menjadi kodrat manusia selalu tidak bisa terlepas dari kesalahan dan dosa. Baik dosa dengan Allah SWT atau dosa dengan sesama manusia. Dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah yang menyadari akan kesalahan lalu bertaubat. Sabda Rosulullah SAW:

كل بني آدم خطاءون، وخير الخطائين التوابون
Setiap anak Adam (manusia) mengalami kesalahan , dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang mau bertaubat

Hukum melakukan Taubat adalah Fardhu Ain dan harus dilakukan secepatnya, tidak boleh diakhirkan. Firman Allah SWT:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Bertaubatlah kalian semua hai orang-orang mu'min, semoga kalian semua menjadi orang yang beruntung

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Wahai Orang-orang yang beriman bertaubatlah kalian semua kepada Allah SWT dengan taubatan Nashuha

Taubat Nashuha, adalah taubat yang menjadikan seseorang betul-betul tidak mengulangi dosa yang dilakukannya lagi sampai akhir hayatnya.

Ada beberapa ketentuan lain yang perlu difahami dalam bertaubat:
a.  Khusus dosa yang terkait dengan hak Allah seperti zina, minum minuman keras, dll pada saat taubatnya sebaiknya tidak perlu diakui di depan orang lain bahkan sunnah ditutupi. Sabda Nabi:

مَنْ أَتَى مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ تَعَالَى. فَإِنَّ مَنْ أَبْدَى لَنَا صَفْحَتَهُ أَقَمْنَا عَلَيْهِ الْحَدّ
Barangsiapa melakukan maksiat-maksiat ini, maka hendaklah dia menutupi dengan perlindungan Alloh. Karena sesungguhnya barangsiapa menampakkan dosanya kepadaku, maka aku akan mengenakan hukuman had kepadanya.

b.  Taubat tetap dianggap sah meskipun di kemudian hari dosa tersebut diulangi lagi. Hal ini dengan syarat seseorang betul-betul berniat tidak mengulangi lagi pada saat bertaubat. Namun taubat seperti ini belum mencapai derajat taubatan nashuha.
c.    Taubat manusia masih diterima oleh Alloh SWT sebelum saat-saat ajal menjemput. Sabda Nabi:

إنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
Sesungguhnya Alloh menerima taubat dari hambaNya, selama belum mengalami saat-saat ajal menjemput.

Maksudnya saat ajal menjemput adalah saat manusia tidak ada harapan hidup dan ruhnya telah sampai di tenggorokan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar