Di bulan Idul Fitri ini bagaimana
cara bertaubat yang benar atas dosa, baik dosa kepada Allah SWT ataupun dosa
kepada sesama manusia?
Jawaban:
Cara bertaubat
untuk dosa langsung kepada Allah (حق الله) seperti zina
dan minum minuman keras adalah:
a. (الندم) yaitu menyesal sungguh-sungguh dalam hati atas dosa yang
pernah dilakukan, serta membaca istighfar dengan lisan.
b. (الإقلاع) yaitu menghentikan atau meninggalkan dosa yang sedang
dilakukannya saat itu juga.
c. (العزم على أن لا يعود إليها) yaitu bertekad bulat tidak akan mengulangi dosa itu lagi.
Sedangkan cara bertaubat untuk
dosa kepada sesama manusia (حق الأدمى) seperti, mencuri, menggunjing,
mencemarkan nama baik dan harga diri dll adalah:
a. (الندم) yaitu menyesal sungguh-sungguh dalam hati atas dosa yang
pernah dilakukan, serta membaca istighfar dengan lisan.
b.
(الإقلاع) yaitu
menghentikan atau meninggalkan dosa yang sedang dilakukannya saat itu juga.
c. (العزم على أن لا يعود إليها) yaitu bertekad bulat tidak akan mengulangi dosa itu lagi.
d. Mengembalikan atau minta halal kepada
pemiliknya atau ahli warisnya (jika berupa harta) dan meminta maaf jika dosa
tersebut berupa menggunjing, mencemarkan nama baik dan harga diri
Uraian Jawaban:
Sudah menjadi
kodrat manusia selalu tidak bisa terlepas dari kesalahan dan dosa. Baik dosa dengan
Allah SWT atau dosa dengan sesama manusia. Dan sebaik-baiknya orang yang
berdosa adalah yang menyadari akan kesalahan lalu bertaubat. Sabda Rosulullah SAW:
كل بني
آدم خطاءون، وخير الخطائين التوابون
Setiap anak Adam (manusia) mengalami
kesalahan , dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang mau bertaubat
Hukum melakukan Taubat adalah Fardhu Ain
dan harus dilakukan secepatnya, tidak boleh diakhirkan. Firman Allah SWT:
وَتُوبُوا
إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Bertaubatlah kalian semua hai
orang-orang mu'min, semoga kalian semua menjadi orang yang beruntung
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى
اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Wahai Orang-orang yang beriman
bertaubatlah kalian semua kepada Allah SWT dengan taubatan Nashuha
Taubat Nashuha, adalah taubat yang
menjadikan seseorang betul-betul tidak mengulangi dosa yang dilakukannya lagi
sampai akhir hayatnya.
Ada beberapa ketentuan
lain yang perlu difahami dalam bertaubat:
a. Khusus dosa yang
terkait dengan hak Allah seperti zina, minum minuman keras, dll pada saat
taubatnya sebaiknya tidak perlu diakui di depan orang lain bahkan sunnah
ditutupi. Sabda Nabi:
مَنْ أَتَى مِنْ هَذِهِ
الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ تَعَالَى. فَإِنَّ مَنْ
أَبْدَى لَنَا صَفْحَتَهُ أَقَمْنَا عَلَيْهِ الْحَدّ
Barangsiapa
melakukan maksiat-maksiat ini, maka hendaklah dia menutupi dengan perlindungan
Alloh. Karena sesungguhnya barangsiapa menampakkan dosanya kepadaku, maka aku
akan mengenakan hukuman had kepadanya.
b. Taubat tetap dianggap sah meskipun di
kemudian hari dosa tersebut diulangi lagi. Hal ini dengan syarat seseorang
betul-betul berniat tidak mengulangi lagi pada saat bertaubat. Namun taubat
seperti ini belum mencapai derajat taubatan nashuha.
c. Taubat manusia masih diterima oleh Alloh
SWT sebelum saat-saat ajal menjemput. Sabda Nabi:
إنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ
يُغَرْغِرْ
Sesungguhnya Alloh menerima taubat dari hambaNya,
selama belum mengalami saat-saat ajal menjemput.
Maksudnya
saat ajal menjemput adalah saat manusia tidak ada harapan hidup dan ruhnya
telah sampai di tenggorokan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar